Sabtu, Oktober 31, 2015

dipoligami?yes or no?




setelah kemarin di timeline fb banyak teman-teman yang men-share video seorang perempuan yang menuliskan bagaimana perihnya dipoligami,kini ramai juga yang men-share kebalikannya,muncul seorang perempuan yang dari tulisannya seolah dipoligami itu indah "syurga yang dirindukan" katanya.hemm....

saya pribadi tak mengingkari ayat Alquran yang membolehkan poligami,tentu bagi pria tertentu dan dengan kondisi tertentu dan syarat-syarat tertentu pula poligami ini adalah sebuah solusi.tapi jujur saja kalau saya tak siap untuk dipoligami.salut untuk perempuan-perempuan yang mau berbagi,cinta,kasih sayang,perhatian,juga harta.sungguh saya tak sanggup dan semoga suami pun cukup dengan beristri satu,aamiin... (sekencang-kencangnya ^_^).

ada sebuah kisah tentang poligami yang  dikisahkan oleh syekh nawawi al-bantani dalam kitabnya uqudul- lujain:

tersebutlah seorang pria baghdad yang sudah berjanji kepada istrinya yang juga masih sepupunya itu bahwa dia tak akan berpoligami,hingga suatu ketika pria ini didatangi oleh seorang perempuan yang keukeuh minta dinikahi,perempuan itu rela meski jatahnya hanya sehari dalam seminggu yaitu setiap hari jum'at saja.

pria mana yang tak luluh jika disamper-samperin oleh perempuan cantik?akhirnya pria ini pun bertekuk lutut dihadapan wanita itu,sumpah janji yang dulu diucapkan pun menguap begitu saja.akhirnya menikahlah keduanya.apapun yang disembunyikan akhirnya akan ketahuan juga,si istri pertama melihat ada sesuatu yang tak biasa pada diri suaminya,sehingga dia menyuruh  pembantunya untuk memata-matai suaminya.

atas laporan si pembantu istri pertama pun akhirnya mengetahui pernikahan kedua suaminya,tapi ada satu hal yang istri ini sampaikan kepada pembantunya,bahwa kejadian tersebut harus dirahasiakan dari siapapun.didepan suaminya pun si istri pertama ini pura-pura tak tahu dan seolah tak terjadi apa-apa rumah tangganya normal seperti biasanya.

setelah lama berselang sang suami meninggal dunia,dan istri pertama ini pun menuliskan sebuah pesan diatas kertas untuk istri kedua, "suamimu telah wafat,semoga Allah mengganjarmu dengan pahala yang berlimpah,suamimu meninggalkan harta 8.000 dinar,7.000 untuk putra-putranya 1.000 dinar dibagi dua sebagian untukmu dan sebagian lagi untukku" .kemudian pesan ini pun disampaikan oleh pembantunya.

dan istri kedua pun membalas surat tersebut yang isinya adalah pembebasan mas kawin bagi suaminya dan istri kedua tidak mengambil apapun,alias uang yang menjadi bagiannya dia kembalikan lagi kepada istri pertama.

subhaanallaah... ada ya perempuan seperti itu?pengkhianatan suami dibalasnya dengan ketegaran dan dia pun amanah dengan membagikan harta peninggalan suaminya.adapun istri kedua juga tak memanfaatkan situasi,biasanya kalau disinetron istri kedua itu kan selalu diposisikan sebagai orang yang gila harta.entah harus berkata apa baca kisah ini,duh kalau saya sih speechless..

lalu kamu,iya kamu bagaimana jika dipoligami?yes or no?


sumber gambar:
bersamadakwah.com

45 komentar:

  1. kalau di agama saya menikah hanya boleh satu kali saja dan tdk boleh poligami. boleh menikah lagi asal salah satunya meninggal dunia. memang ga enak banget dipoligami. kayaknya enak di cowoknya ya mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ohgitu ya mak?iya mak emang sepertinya dipoligami itu ga enak,merana,tersakiti dll.mdh2n sih g ngalamin,hehee..

      Hapus
  2. Saya abstain mak, karena tidak pernah dihadapkan pada kondisi tersebut dan berharap jangan sampai pernah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi hi... sy ikut meng-aminkn ya mak

      Hapus
  3. A big NO, mak. Aku tak akan sanggup :'(

    BalasHapus
  4. Duuh maaf Mak, aku bukan wanita penyabar

    BalasHapus
  5. dikeluarga sy, kakek saya nikah lagi setelah istrinya meninggal. istri pertama meninggal (punya 2 anak) lalu kakek nikah lagi, istri kedua juga mendahului meninggal (punya 2 anak), nenek saya istri ketiga. alhamdulillah langgeng.
    Semua istri tentu berharap rumah tangganya harmonis, samara hingga maut memisahkan mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah alhamdulillah ya langgeng kakek neneknya,iya mak tentu smua rmh tangga maunya harmonis dan langgeng.. :)

      Hapus
  6. Wah Mak, cerita di atas 1 dibanding berapa ya? Kalau sekarang terjadi kebanyakan malah jadi perseteruan. Gak mudah berpoligami, bukan hanya kebesaran hati istri saja, tapi keluarga lainnya. Saya rasa, anak-anaknya pun merasa harus berbagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. entah 1 dibanding brp,tpi kaya'y skrg ga ada deh perempuan kaya gitu,iya btl kel besar dan anak juga menentukan

      Hapus
  7. Ada lo yg poligami justru jadi ajang gotong royong membahagiakan suami. Kalo aku sih mana kuattt...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hanya perempuan2 trpilih itu mak,langka...

      Hapus
  8. kalau saya termasuk dalam kategori orang yang gak setuju mbak, rasanya gak akan pernah ikhlas berbagi suami :(

    BalasHapus
  9. Kalau saya ndak sanggup

    Kadang heran kok bisa menjalani apalagi yg dipoligami kakak adik seprti beberapa orang yang saya kenal. Mereka nampak hidup damai dan baik2 saja. Entah dalam hati mereka bagamana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hatinya sih pasti sama,hanya mungkin mereka lbh bisa mengendalikan perasaan?mungkin.... :)

      Hapus
  10. Aku nggak mau, hehe
    Adek lelah, bang...

    BalasHapus
  11. Ini bw yang kesekian tentang poligami beberapa hari ini. Huft, ngelap keringat dl. Tak semua wanita sanggup dipoligami. Dan nggak semua laki-laki sanggup berlaku adil.

    BalasHapus
  12. saya gak mau makk,, gak ikhlas..

    BalasHapus
  13. "lalu kamu,iya kamu bagaimana jika dipoligami?yes or no?"
    --> Aku dipoligami? Ya nggak mungkin lah, Maakk... :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. pertanyaannya buat yg merasa perempuan aja ustadz,heee....

      Hapus
  14. Aku belum kepikiran untuk menikah, sih, tapi yang pasti jawabannya "No". Makan pizza aja aku belum tentu mau sharing, nah apalagi suami, hihihi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi hi... sy doain cepet nikah ya :)

      Hapus
  15. Ga berani membayangkannya..Selalu salut dengan para wanita yang tegar dan menerima takdirnya dipoligami..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngebayangin nya aja ngeri ya mbak...

      Hapus
  16. Kisahnya menyentuh sekali, penghianatan dibalas dengan ketegaran, dan tidak mengungkit sedikit pun, Subhanalloh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak... perempuan seperti itu langka kaya'y...

      Hapus
  17. aku yang...noooooooooooooooooooooooooooooooo

    BalasHapus
  18. kalo aku tetep no mak..yah walaupun ada beberapa sumber penguat..aku nggak mau di madu mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo madu enak manis klo dimadu mh pahit ya mak....

      Hapus
  19. Sayangnya poligami yg diekspose akhir2 ini adalah poligami krn nafsu. Kl niatnya tulus lillahitaala, kan gak perlu sampai dinikahi juga kaliii...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya,klo niat nolong mah nolong aja ga usah dinikahin ya...

      Hapus
  20. no no no, saya mah no aja mbak, langsung jawab hehe

    BalasHapus
  21. Aku kok gak kebayang aja kalo kondisiku seperti itu. (ya iyalaah)

    aku sih NO. hohohooooo

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngebayangin nya aja udh ga sanggup ya mak....

      Hapus
  22. Isu poligami selalu menjadi hal yang sangat sensitif, khususnya bagi kaum hawa. Saya kira wajar, karena ini bukan tentang boleh atau tidak, melainkan soal perasaan.

    BalasHapus

terimakasih sudah berkunjung,silahkan tinggalkan jejak anda disini....:)