Rabu, April 30, 2014

menyusui anak orang lain,bolehkah?




di media online banyak kita temukan grup-grup,dari mulai grup jual beli,pendidikan,asuransi,dan banyak lagi.kebetulan saya bergabung dengan sebuah grup ibu2 menyusui,seputar asi dan permasalahannya menjadi topik utama di grup ini.di grup ini banyak juga pendonor asi,banyak pula yang mencari pendonor asi karena berbagai alasan dibelakangnya.sebetulnya boleh tidak ya menyusui anak orang lain?

bagi umat islam mungkin banyak yang sudah tahu,bahwa dalam sejarah nabi kita nabi muhammad saw sewaktu beliau bayi beliau disusui oleh seorang perempuan yang bukan ibu kandungnya,nabi muhammad disusui oleh halimatussa'diyah.kalau begitu berarti boleh dong kita menyusui anak orang lain?jawabannya tentu saja boleh.. dalam islam dikenal dengan istilah arradha'ah,yaitu menyusunya seorang anak kepada perempuan yang bukan ibu kandungnya.hanya yang harus kita fahami adalah akibat dari susuan itu secara syar'i.yaitu timbulnya hubungan mahram antara bayi yang disusui dengan perempuan yang menyusui.karena susuan merupakan salah satu sebab dari 3 sebab timbulnya kemahraman yang mengharamkan pernikahan,yaitu:


  1. adanya hubungan darah/pertalian nasab,seperti ibu,saudara kandung,saudara perempuan ayah/ibu. 
  2. adanya hubungan perkawinan,seperti:istri dari anak laki2(menantu perempuan),dan ibu dari istri(mertua).
  3. karena adanya hubungan susuan.
jika seorang perempuan menyusui bayi orang lain otomatis anak tersebut menjadi anak perempuan tersebut,yaitu menjadi mahramnya.jika memenuhi 2 syarat berikut:

  1.  proses menyusui dilakukan ketika usia bayi tersebut dibawah dua tahun,jika anak tersebut disusui ketika usianya diatas dua tahun maka tidak timbul kemahraman. 
  2. perempuan tersebut sudah menyusui sebanyak 5 kali susuan dalam waktu yang terpisah-pisah.jika kurang dari 5 kali susuan maka tidak timbul kemahraman.(pendapat madzhab imam syafi'i) (taqiyuddin al-husaini,kifayatul akhyar,2/137 :sa'duddin bin muhammad alkibbi ,ahkam arradha' fi al islam,hal 6,8)
jika proses menyusui itu sudah memenuhi dua syarat diatas maka timbullah akibat-akibat dari kemahraman.misalnya bayi yang disusui itu laki-laki maka haram hukumnya menikah dengan perempuan yang menyusuinya,haram pula laki-laki tersebut menikahi perempuan yang sudah disusui oleh perempuan yang menyusuinya(saudara sesusu),haram pula menikahi anak perempuan dari perempuan yang menyusuinya.dan akibat-akibat dari kemahraman lainnya.

jadi bagi yang mau mendonorkan asi harus mengetahui kenal betul semua keluarga dari bayi yang akan disusuinya,begitu juga para ibu yang mau mencari pendonor asi harap kenali baik-baik perempuan yang akan menyusui bayi anda.

wallaahu a'lam

semoga bermanfaat....

15 komentar:

  1. Balasan
    1. alhamdulillaah.... terimakasih sdh berkunjung :)

      Hapus
  2. Assalamu'alaikum...
    bu, saya mau tanya. saya punya anak laki2 usia 1.5bulan... ASI istri saya lancar. nah, senin malam, adik perempuan saya melahirkan anak perempuan. yg saya mau tanyakan adalah, bolehkah istri saya mebmberikan ASI ke bayi perempuan adik saya? karena banyak yg bilang tidak boleh dgn alasan sepersusuan. kecuali bayi adik saya juga laki-laki.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumussalaam...
      boleh saja pak,hanya yg harus diingat akibat dari persusuan tersebut,sejatinya saudara sepupu(anak laki2 bapak dan anak perempuannya adik) kelak BOLEH menikah,tetapi jika sekarang anak perempuannya adik bapak tsb disusui oleh istri bapak berarti kelak mereka HARAM menikah,wallaahu a'lam...

      Hapus
  3. Assalamualaikum wr.wb

    Saya mau tnya, dlu waktu saya Bru lahir, saya di susui olh tentanga saya selama ±3hari Krena ibu saya blm keluar ASI-nya, dan yg saya mau tanyakan apakah saya jga trmsuk ank dari tetangga saya trsbt? Trmksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumussalaam wr.wb

      jika disusui oleh tetangga tsb ketika usia nanda kurang dari 2 thn,dan minimal 5 kali susuan (waktu 3 hari rasanya lebih dari 5 kali ya) maka timbul kemahraman antara nanda dgn tetangga yg menyusui tsb.apa saja akibat dari kemahraman?silahkan baca2 lagi ya tulisan diatas/referensi lain.wallaahu a'lam...

      terimakasih sdh berkunjung,wassalaam

      Hapus
  4. Ayah sya kn dlu nya menyusu sma tetangga nya kta tdk ada ikatan darah la wktu itu tetangga nya itu posisi nya jga masih punya ank bayi laki2 jga la ayah sya menyusu wktu siang hari sedang kan ank nya ibu nya itu menyusu di mlm hari la skrang ank nya ibu nya itu punya ank cwok dan sya ank dari ayah sya yg di susu in ibu itu la sya sma ank dari bpk itu ingin menjalin hbungan serius itu hukum nya gmna ya

    BalasHapus
  5. Seorang ibu bernama fatimah yg mempuyai ank bernama tabir secra otomatis ank itu menyusu pada orang tua nya (ibu fatimah)kemudian seorang bayi laki laki bernama joko yg tdk ada hbungan family dengan ibu fatimah ank tersebut di susu i setelah besar tabir punya ank (laki2) dan joko punya ank jga (wanita) boleh kah ke dua ank tersebut boleh menikah

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari kasus diatas berarti anak tabir(laki2) dan anak joko(pr) adalah saudara sepupu,sepengetahuan saya boleh kok menikah,seandainya tabir dan joko saudara sekandung pun halal kok menikah,utk lebih jelasnya silahkan temui guru agama terdekat ya,terimakasih sdh berkunjung... :)

      Hapus
    2. Ya trimksih bu atas jwban nya

      Hapus
  6. saya pernah disusui 1x sama tante saya dan tante saya punya anak laki" sekarang kita sudah dewasa dan pernah menjalin kasih tapi kita dilarang orang tua karna sepersusuan tapi kita pengen serius dalam berhubungan apakah kita boleh menikah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai agnes.. coba tanyakan ke orang tua dan tante apakah syarat2 berikut terpenuhi?

      jika seorang perempuan menyusui bayi orang lain otomatis anak tersebut menjadi anak perempuan tersebut,yaitu menjadi mahramnya.jika memenuhi 2 syarat berikut:

      proses menyusui dilakukan ketika usia bayi tersebut dibawah dua tahun,jika anak tersebut disusui ketika usianya diatas dua tahun maka tidak timbul kemahraman.
      perempuan tersebut sudah menyusui sebanyak 5 kali susuan dalam waktu yang terpisah-pisah.jika kurang dari 5 kali susuan maka tidak timbul kemahraman.(pendapat madzhab imam syafi'i) (taqiyuddin al-husaini,kifayatul akhyar,2/137 :sa'duddin bin muhammad alkibbi ,ahkam arradha' fi al islam,hal 6,8)

      jika ya berarti kamu memang haram menikah dgn anak tante,jika syarat tersebut tdk terpenuhi kembali kpd hukum awal bahwa boleh menikah dgn saudara sepupu.semoga membantu ya...

      wallaahu a'lam

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Assalamu'alaikum ustadz,,,
    Saya mau tanya,,,jika ada seseorang yang ingin menyusui anak asuhnya tp seseorang itu belum pernah munyusui sebelumnya bagaimana hukum nya dan apakah sudah bisa di sebut mahram akibat persusuan itu?

    BalasHapus

terimakasih sudah berkunjung,silahkan tinggalkan jejak anda disini....:)