Senin, Maret 21, 2016

saat anak bersikap kasar,apa yang harus kita lakukan?

  5 Komentar    





lima bulan lagi syafieq akan berusia 4 tahun dan akan masuk sekolah.dari segi fisik tak ada yang saya khawatirkan,alhamdulillah syafieq sehat,juga sekarang semakin kritis,semakin sensitif,semakin banyak pertanyaan yang dilontarkan yang kadang membuat saya kelimpungan juga.

kemarin sore ada kejadian yang tak biasa yang sempat membuat saya sedih,khawatir,bingung juga rasa malu.tanpa saya melihat sendiri kejadiannya,seseorang berbicara ke saya kalau syafieq sudah mendorong anak tetangga hingga hampir jatuh ke got,katanya kejadiannya tadi pagi,saat itu syafieq sedang ada dirumah,saya langsung tanya syafieq dan dia bilang iya dia mendorong temannya sampai jatuh,ketika saya tanya alasannya syafieq dengan wajah ketus menjawab "aku ga suka main sama dia,dia galak".

duhhh masih dengan perasaan yang sedikit takut saya datangi rumah tetangga untuk melihat kondisi anak itu,jujur saya sangat takut terjadi apa-apa dengan anak itu,tapi rumahnya kosong semua orang sedang pergi sepertinya.akhirnya saya kirim pesan via messenger ke tetangga saya itu untuk menanyakan kejadian yang sebenarnya,dan benar katanya syafieq mendorong anaknya hingga hampir masuk got,dadanya mengenai tembok pinggiran got,tapi katanya sudah diperiksa dan tidak terjadi apa2 hanya bekas merah dikaki.

saya hanya bisa meminta maaf  ke tetangga dan alhamdulillah tetangga saya pun memaafkan dan memaklumi karena syafieq masih kecil dan belum mengerti betul.tapi efeknya saya jadi kepikiran terus,kok bisa-bisanya syafieq bersikap kasar seperti itu?hiks...

saya berfikir jika syafieq mendorong orang lain hingga jatuh berarti dia pernah melihat adegan seperti itu,dan ingatan saya terbang ke kejadian 6 bulan silam dimana syafieq pernah didorong juga oleh temannya yang juga tetangga dikomplek,persis seperti itu syafieq hampir masuk got dan untung saat itu saya berada tak jauh dari syafieq jadi saya bisa langsung menangkap syafieq yang hampir jatuh.

berikut saya kutip dari infoanak.com tentang apa saja yang harus dilakukan ketika anak bersikap kasar:


1.     Amati perilaku orang dewasa dan anak-anak yang ada di sekitarnya, adakah yang berperilaku kasar seperti itu? jika ada maka perilaku kasar/galak akan semakin menguat karena anak mencontoh dan meniru orang-orang disekitarnya. Oleh karena itu sebisa mungkin jauhi tindak kekerasan dari anak kita.

2.     Prilaku kasar/galak bisa didasari oleh perasaan tidak nyaman atau tidak aman, sebagai orang tua kita perlu menggali perasaan anak dan mencari tau hal-hal apa saja yang membuatnya tidak senang atau yang membuatnya senang.

3.     Arahan yang tegas dan jelas, bila anak akan memukul katakan padanya “tidak boleh” dan jelaskan kalau dipukul itu sakit jadi kamu tidak boleh memukul. Biasanya pada anak usia 3 tahun keatas biasanya dia mulai mempertahankan keinginannya, oleh karena pada usia ini anak bila dilarang akan semakin terdorong utk melakukan. Daripada melarang anak lebih baik mengalihkan perhatiannya atau bersikap tegas dengan memberikan konsekuensi dengan tindakan, misalnya menghentikan aktifitasnya dan membuatnya diam sejenak di tempat yg berbeda.

4.     Tangkap perasaan anak, misalnya dengan mengatakan : “kakak kesal yaa..sini nak peluk mamah…kakak cerita yaa apa yang bikin kamu kesal?” dengarkan anak cerita dan bilang padanya “iya mamah mengerti kenapa kamu kesal…tapi kamu tetap tidak boleh memukul teman kamu karena memukul itu membuat orang jadi sakit”. cara ini bisa mengajarkan anak untuk belajar cara menyampaikan perasaannya.

5.     Ajari anak untuk berani mengeluarkan  perasaannya, kenali ia dengan kata tidak mau, tidak boleh, hentikan dan sebagainya.

6.     Semarah apapun kita tidak dibenarkan memukul atau  mencubit sebagai cara mendisiplinkan anak karena anak akan semakin menyakini kalau tindakan kekerasan itu wajar untuk menyatakan ketidak nyamanan, oleh karena itu tidak perlu malu untuk meminta maaf pada anak bila tindakan kita salah.

7.     Terakhir, dalam membesarkan anak bukan hanya mengasuh dan menyediakan kebutuhannya saja tapi kehadiran dan peran serta orang tua dalam hal mendampingi, mendidik dan mengajari banyak hal adalah sangat penting utk tumbuh kembang anak.


dengan membaca 7 poin diatas menyadarkan saya bahwa masih banyak pekerjaan rumah untuk saya,mendidik anak memang tak mudah ya,apalagi jika sudah memasuki masa bermain sudah punya banyak teman dengan sifat dan sikap yang beragam yang mau tak mau akan mempengaruhi anak kita,dan begitupun sebaliknya.

semoga bermanfaat...


sumber gambar:lifestyle.okezone.com

5 komentar:

  1. Matur nuwun, Bunda Aira. Tip yang sangat bermanfaat untuk saya praktikkan. Sippp.... (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh ada pak ustadz... sami2 ust :)

      Hapus
  2. Biasanya anak selalu menuruti perkataan/perbuatan orang dewasa, maka ada baiknya juga sebagai orang yang lebih dewasa menjaga perkataan/perbuatan menjadi lebih baik agar anak tidak sembarang mengikut. Bukan begitu mbak? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul seperti pada poin 1 diatas :)

      Hapus

terimakasih sudah berkunjung,silahkan tinggalkan jejak anda disini....:)